Kini hadir layanan yang memudahkan urusan tiket dan hotel di Indonesia dan dunia

Atasi Masalah Anda Bersama Kami

Atasi Masalah Anda Bersama Kami
Silakan konsultasikan kesulitan Anda di: 081388662585

Tuesday, May 28, 2013

Contoh Bab I Tesis



Hubungan Kecapi Roh Kudus Terhadap Pertumbuhan Iman Peserta Didik di SMA Pohon Kelapa

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Pertumbuhan iman tidak lain yakni adanya perubahan-perubahan yang teralami dalam diri setiap orang Kristen. Perubahan itu seperti: semangat berdoa, semangat memuji Tuhan baik dengan not atau tanpa not (pujian dari hati yang terucap dalam mulut pada saat beribadah), sebuah pengalaman kelompok Kristen karismatik. Dulu dosenku mengajar aku menyanyi tanpa not. Kebetulan saya dari denominasi Calvinis. Sang dosen it uterus member ajaran dan dorongan untuk masuk dalam pujian penyembahan dengan menyanyikan lagu-lagu karangan sendiri, yang saya sebut dengan nyanyian tanpa not. Teman-teman mahasiswa pada waktu itu menyanyi dengan sangat menikmati. Saya hanya terdiam saja karena belum biasa. Pertumbuhan iman itu tidak hanya pada dua unsure yang telah disebutkan, masih banyak lagi indicator-indikator pertumbuhan iman. Fokus perhatian disini adalah pada lagu-lagu yang dalam judul penelitian ini disebut dengan istilah “kecapi Roh Kudus”. Istilah ini merupakan istilah teknis teologis yang penulis pakai untuk menunjuk pada orang-orang Kristen dari segala zaman yang diilhami Roh Kudus untuk mengarang lagu-lagu rohani Kristen. Lagu-lagu Kristen itu ada yang memiliki nilai pendidikan yang berdampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan iman.
Suatu saat penulis berada di Kalimantan, tepatnya di sungai pinyu. Pada waktu itu hendak mengambil uang dari ATM. Ketika tiba di lokasi ternyata listrik padam, penulis harus menunggu, kira-kira mulai jam 09.00 pagi sampai jam 3 sore, persiapan waktu itu tidak cukup untuk kembali ke sebuah kota yang harus ditempuh selama 2 jam. Sangat melelahkan, ingin maka tapi kuatir tidak punya untuk transport kembali ke tempat tujuan. Sambil menanti ATM beroperasi, ada mahasiswa yang lewat, ingin meminta tolong tapi rasanya tidak pantas, niat itu diurungkan. Jam 3 ATM bisa beroperasi karena listrik kembali berfungsi. Setelah mengambil uang kemudian kembali ke kota tujuan, dalam perjalanan muncul dalam hati syair-syair seperti ini:
Apapun juga menimpamu Tuhan pelihara … (dst), sebuah syair lagu yang dikenal dalam buku nyanyian KJ (Kidung Jemaat). Penulis mengalami semangat dari syair lagu ini. Lagu ini mendidik tentang pemeliharaan Tuhan bagi orang-orang percaya. Ada pula syair yang lain:

Sandaranku tiada yang lain melainkan darah domba-Hu
Di atas Yesus Karangku, aku berdiri dan teguh
Dasar yang lain rebah runtuh
Segenap Amalku tiada yang lain melainkan darah domba-Hu
Di atas Yesus karangku, aku berdiri dan teguh
Dasar yang lain rebah runtuh.
Perbuatan baik tidak menentukan keselamatan, keselamatan itu karena Yesus Kristus yang telah member nyawa-Nya bagi keselamatan manusia dari dosa.

Apapun juga menimpa Tuhan peliharaku
….. sayang syair selanjutnya saya sudah lupa, akan tetapi kata-kata mengandung unsure didaktik yang mulia.
Fakta menunjukkan bahwa sekelompok orang bernyanyi tanpa menikmati makna syair yang terkandung dalam syair tersebut. Ada yang bernyanyi lagu-lagu Kristen sekedar bernyanyi. Ada pula yang bernyanyi jika ada air kata-kata. Maksudnya kalau ada minuman beralkohol. Orang-orang seperti ini mampu bernyanyi dari malam sampai subuh.
Inti masalah penelitian ini yaitu seberapa besar hubungan antara lagu-lagu Kristen dengan pertumbuhan iman peserta didik di SMA ……

Identifikasi Masalah

1.    Apakah kecapi Roh Kudus hanya terbatas pada syair lagu-lagu Kristen?
2.    Apakah kecapi Roh Kudus mempunyai hubungan dengan pertumbuhan iman peserta didik SMA Pohon Kelapa?
3.    Apakah ada hubungan Roh Kudus dengan syair-syair lagu Kristen
4.    Apakah setiap orang Kristen adalah kecapi Roh Kudus?
5.    Apakah nyanyian tanpa not adalah bagian dari kecapi Roh Kudus?
6.    Apakah nyanyian dengan not adalah bagian dari kecapi Roh Kudus?

 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas Nampak bahwa ada banyak masalah  yang mempengaruhi variable pertumbuhan iman Peserta Didik SMA Pohon Kelapa. Masalah-masalah tersebut tidak dapat diselesaikan secara m,enyeluruh dalam penelitian ini. Hal ini disebabkan karena berbagai keterbatasan seperti: dana, tenaga dan biaya. Oleh karena itu penelitian ini hanya dibatasi pada variable no. 2 yaitu hubungan kecapi Roh Kudus dengan pertumbuhan iman peserta didik siswa SMA Pohon Kelapa.

Rumusan Masalah

Apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecapi Roh Kudus terhadap pertumbuhan iman peserta didik SMA Pohon Kelapa?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana hubungan antara Kecapi Roh Kudus dengan pertumbuhan iman peserta didik SMA Pohon Kelapa

Pentingnya Penelitian

Penelitian ini berguna secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini memberi kontribusi bagi pengembangan disiplin Ilmu PAK dalam bidang music gereja (nyanyian). Sedangkan secara praktis, penelitian ini berguna bagi penulis dan guru PAK lainnya yang akan mengadakan penelitian lanjutan terhadap hasil penelitian ini.


BAB II
LANDASAN TEORITIS-TEOLOGIS, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS


Landasan Teoritis

Kecapi Roh Kudus (X)
Pertumbuhan Iman ( Y)

Kerangka Berpikir

Pengajuan Hipotesis


Bahasan Bab II akan diposting dalam postingan berikutnya.
Semoga menginspirasi
Catatan:
SMA Pohon Kelapa adalah istilah semaran saja, tidak dalam arti sebenarnya karena tidak ada SMA Pohon Kelapa.
Belum memakai sumber-sumber (tidak ada fotenote), akan saya lengkapi kemudian
Selamat berkarya untuk para kecapi Roh Kudus di Seluruh Indonesia

Bila ada Komentar, silakan. Asal tidak mengandung SARA


No comments:

Post a Comment

Teori Masalah Penelitian

Teori Penyusunan Penelitian Mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi)

Penelitian ilmiah pada taraf skripsi, tesis dan disertasi selalu dimulai dengan masalah. Bila tidak ada masalah maka tidak perlu ada penelitian. Jadi masalah mendorong seorang mahasiswa untuk melaksanakan penelitian. Dalam hal ini, seorang mahasiswa di perguruan tinggi pada akhir studinya disyaratkan untuk meneliti. Penelitian tersebut mulai dari penelitian untuk sarja yang disebut dengan Skripsi, Magister untuk tesis, Doktoral untuk disertasi. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat memakai penelitian kuantitatif maupun kualitatif dengan mengadakan penelitian lapangan dengan kombinasi kebenaran rasional dan empiris, maupun penelitian yang hanya bersifat penemuan kebenaran rasional.

Penelitian dengan metode apapun perlu memperhatikan teori-teori yang berhubungan dengan Bab I, II, III, IV dan V (atau bisa dikembangkan lebih dari lima Bab). Hal yang ingin saya sampaikan disini yakni beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok dalam bab I dan II serta Bab III.

Baiklah kita mulai dengan Bab I.

Dalam Bab I penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis, Disertasi) pokok pertama yang mesti disampaiakan yakni: Latar Belakang Masalah. Dalam mengemukakan/menarasikan latar belakang masalah perlu didasarkan atas teori-teori tentang “masalah penelitian”. Sering terjadi yakni ketika mahasiswa menarasikan masalah penelitian tidak didasarkan pada teori tentang “masalah penelitian”. Mahasiswa hanya asal-asalan membuat latar belakang masalah. Akhirnya mahasiswa tidak punya arah yang baik dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tentu ditopang oleh kajian teori (kebenaran rasional) yang relevan dengan variabel (konsep yang dapat diukur) yang diteliti dan analisis data serta kesimpulan yang diambil. Oleh karena itu perlu memperhatikan teori tentang “masalah penelitian”.

Beberapa teori tentang “masalah penelitian”.

Teori 1

Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Perbedaan antara yang tertulis dengan yang dipraktikkan/perbedaan antara teori dan praktik.

Contoh 1:

Kucing pada umumnya tidak bertanduk namun ditempat tertentu didapati kucing bertanduk. Ini masalah karena yang diketahui umum yakni kucing tidak bertanduk, maka pokok ini dirumuskan menjadi suatu variabel untuk diteliti. Dengan mengemukakan masalah dengan mendeskripsikan di Latar Belakang Masalah tentang kucing. Mulailah mendeskripsikan tentang kucing sebagaimana yang dikenal umum (diinformasikan dalam buku) kemudian akhiri dengan kucing yang bertanduk.

Contoh 2:

Secara psikologi ditemukan bahwa tingkat perhatian orang terhadap pembicaraan/ceramah/khotbah dll hanya berlangsung 45 menit. Oleh karena itu khotbah jangan terlampau lama karena bila terlampau lama maka konsentrasi pendengar khotbah akan berubah. Dengan demikian kotbah selanjutnya tidak diperhatikan secara baik. Akan tetapi di suatu tempat/gereja, jemaat mampu mendengar khotbah secara baik dalam durasi waktu 1,5 Jam. Ini menjadi masalah yang baik untuk diteliti. Dalam teknis pemaparan di Latar Belakang Masalah dikemukakan tentang lamanya waktu tentang tingkat perhatian orang terhadap ceramah/khotbah kemudian akhiri dengan fakta bahwa di tempat tertentu jemaat mampu mendengar khotbah dalam waktu 1,5 jam. Namun perlu didukung dengan bukti, yakni apakah ini pengalaman langsung atau kesaksian orang lain.

Teori 2

Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan R&D” mengemukakan bahwa masalah penelitian adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi ( Sugiyono, 2008:52)

Berdasarkan definisi tentang masalah tersebut di atas, masalah penelitian yang harus dikemukakan dalam Latar Belakang Masalah yaitu:

Penyimpangan antara yang seharusnya (saya sengaja bold dan italic untuk menegaskan inti masalah penelitian) dengan apa yang benar-benar terjadi.

Misalnya:

Yang seharusnya

Apa yang benar-benar terjadi

Penyimpangan/masalah

Deskripsi Masalah

Jemaat rajin beribadah

Jemaat malas beribadah

Jadi, penyimpangannya yakni: jemaat malas beribadah

Contoh deskripsi Masalah:

Jemaat Kristen adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu maka jemaat rajin beribadah ke Gereja dan ibadah-ibadah rumah tangga. Kerajinan jemaat dalam beribadah bukan untuk mendapat keselamatan tetapi membuktikan bahwa jemaat adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Namun masalah yang terjadi yakni anggota jemaat malas beribadah pada hari Minggu dan ibadah-ibadah keluarga.

Teori 3:

Locke, Spirduso, dan Silverman dalam Andreas B. Subagyo dengan judul buku “Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan menyatakan: maslah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. SItuasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga dirasakan sebagai masalah. Pengalaman itu bukan hanya pengalaman dalam praktik, tetapi juga dalam mengamati dua teori (pandangan/pendapat/penfsiran teks kita suci, dll) yang bertentangan. (Andreas B. Subagyo, 2004:180)

Contoh

Dalam buku-buku Teologi Calvinis diperoleh informasi akan pernyataan: Sekali selamat tetap selamat, sementara dalam buku-buku Teologi Armenian diperoleh pernyataan teologis: Keselamatan bisa hilang. Jadi tidak ada kepastian keselamatan. Dalam contoh ini ada dua pandangan teologi yang berbeda: Teologi Calvinis memastikan bahwa keselamatan itu pasti atau “Kepastian Keselamatan” sedangkan Teologi Armenian menyatakan: Keselamatan bisa hilang.

Berdasarkan masalah ini, kita dapat rumuskan variabel penelitian (konsep yang dapat diukur), yakni: “Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”. Bila mau dijadikan dua variabel maka judul (variabel) ini dapat dirumuskan: Pengaruh Khotbah Eksegesis Terhadap Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau

Pengaruh Khotbah Pendeta Terhadap “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”

Untuk judul tentang Tingkat pemahaman warga jemaat tentang kepastian keselamatan dapat memakai skala pengkuran sikap dengan opsi berikut ini.

Sangat mengerti (5)

Mengerti (4)

Cukup Mengerti (3)

Kurang Mengerti (2)

Tidak mengerti (1)

Atau

Untuk Variabel tentang Tingkat keyakinan terhadap kepastian keselamatan dapat memakai skala sikap dengan opsi sebagai berikut:

Sangat yakin (5)

Yakin (4)
Cukup yakin (3)
Kurang yakin 2)

Tidak Yakin (1)

Masih banyak teori tentang “masalah penelitian”, namun tiga teori di atas kiranya menjadi bahan refrensi yang menolong peserta penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) dalam mewujudkan masalah penelitian di

Bab I untuk poin: Latar Belakang Masalah

Demikian informasi ini semoga menjadi berguna.

Am