Kini hadir layanan yang memudahkan urusan tiket dan hotel di Indonesia dan dunia

Adzmarket

Atasi Masalah Anda Bersama Kami

Atasi Masalah Anda Bersama Kami
Silakan konsultasikan kesulitan Anda di: 081388662585

Tuesday, February 11, 2014

Skripsi dan Tesis Bidang Teologi


Kami juga siap memberi arahan skripsi dan tesis jurusan Teologi Kependetaan, Misiologi, Kepemimpinan Kristen.
Format skripsi dan tesis Teologi (Kependetaan, Misi, dan Kepemimpinan Kristen)

Kajian Teoritik:
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teori
BAB III Kajian Teori
BAB IV Implikasi
BAB V Kesimpulan dan Saran

Contoh Krangka Penelitian skripsi dan Tesis dengan Metode Teoritik (Riset Buku Saja)

Judul Skripsi/Tesis: Kebenaran Yang Memerdekakan

Bab I Pendahuluan

Bab II Latar Belakang Teks
Bab III Kebenaran Yang Memerdekakan
Bab IV Implikasi bagi Pelayanan Gereja
Bab V Kesimpulan dan Saran 

Format Kajian dengan Metode Kuantitatif
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teoritis-Teologis
Bab III Metodologi
Bab IV Analisis Data (Statistik)
Bab V Kesimpulan dan Saran

Format Kualitatif

Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teoritis-Teologis
Bab III Metodologi
Bab IV Analisis Data (Non Statistik)
Bab V Kesimpulan dan Saran

Penegasan tertanggal 11/2 2014 Pukul 3:31
Kerangka di atas ada di blog lain maka saya perlu jelaskan sbb:



Beberapa hari yang lalu saya menemukan di blog lain ada krangka penelitian yang sama dengan yang saya buat dan posting tertanggal  Sabtu, 22 Juni 2013. Berikut kerangka penelitian itu saya cantumkan ulang:

Skripsi dan Tesis Bidang Teologi

Kami juga siap memberi arahan skripsi dan tesis jurusan Teologi Kependetaan, Misiologi, Kepemimpinan Kristen.
Format skripsi dan tesis Teologi (Kependetaan, Misi, dan Kepemimpinan Kristen)

Kajian Teoritik:
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teori
BAB III Kajian Teori
BAB IV Implikasi

BAB V Kesimpulan dan Saran

Contoh Krangka Penelitian skripsi dan Tesis dengan Metode Teoritik (Riset Buku Saja)

Judul Skripsi/Tesis: Kebenaran Yang Memerdekakan

Bab I Pendahuluan

Bab II Latar Belakang Teks
Bab III Kebenaran Yang Memerdekakan
Bab IV Implikasi bagi Pelayanan Gereja

Bab V Kesimpulan dan Saran 

Format Kajian dengan Metode Kuantitatif
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teoritis-Teologis
Bab III Metodologi
Bab IV Analisis Data (Statistik)
Bab V Kesimpulan dan Saran

Format Kualitatif

Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Teoritis-Teologis
Bab III Metodologi
Bab IV Analisis Data (Non Statistik)
Bab V Kesimpulan dan Saran

Pada tanggal 11/2 2014 Saya ingin tegaskan bahwa kerangka diatas (yang saya tandai dengan warna kuning, dan yang ada dalam kurung  adalah ide saya. Khusus untuk kerngka format kualitatif adalah rancang bangun saya untuk disertasi saya.Tanggal postingan saya berbeda dengan tanggal postingan di blog lain. Pembaca dapat memperhatikan tanggal postingan untuk menunjukkan blog mana yang kopi paste artikel saya.

Selain itu perhatikan warna biru yaitu dalam tanda kurung (riset buku saja), perhatikan kata “saja” pada akhir kata dalam kurung menunjukkan cirri/gaya berbahasa saya.

Ayo jangan copi paste tanpa menyebut sumber. Kalau punya kemampuan merumuskan kerangka penelitian di atas sekarang mari kita buktikan poin-poin dari setia Bab, mulai dari format library risearh (kajian teoritik), Kuantitatif, Kualitatif.

Untuk mengetahui apakah artikel telah dicopi paste masukan sebuah frasa pada artkel tersebut dengan diberi tanda kutip pada awal dan akhir frasa. Contoh, saya ingin mengetahui blog mana yang mengkopi paste artikel saya, saya ambil artikel saya tertanggal Sabtu, 22 Juni 2013. Frasa yang saya ingin masukan ke google adalah “Berikut variabel-variabel penelitian dalam Pendidikan Agama Kristen:” Frasa yang ditandai dalam tanda kutip selanjutnya dicopi dan masukan ke www.google.co.id/ maka akan muncul blog yang mengkopi artikel kita. Laporkan ke DMCA maka blog yang copi paste artikel kita akan dihapus oleh google. Saya akan melaporkan ke DMCA untuk blog yang mengkopi paste artikel saya tanpa menyebut sumbernya.

 

1 comment:

  1. syalom.. mf nieh mau nanya. kebetulan judul skripsi saya juga mirip dengan ini... bisa gk klo isinya di postingin, buat pedoman saya aja..... mkasih

    ReplyDelete

Adzmrkt

Teori Masalah Penelitian

Teori Penyusunan Penelitian Mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi)

Penelitian ilmiah pada taraf skripsi, tesis dan disertasi selalu dimulai dengan masalah. Bila tidak ada masalah maka tidak perlu ada penelitian. Jadi masalah mendorong seorang mahasiswa untuk melaksanakan penelitian. Dalam hal ini, seorang mahasiswa di perguruan tinggi pada akhir studinya disyaratkan untuk meneliti. Penelitian tersebut mulai dari penelitian untuk sarja yang disebut dengan Skripsi, Magister untuk tesis, Doktoral untuk disertasi. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat memakai penelitian kuantitatif maupun kualitatif dengan mengadakan penelitian lapangan dengan kombinasi kebenaran rasional dan empiris, maupun penelitian yang hanya bersifat penemuan kebenaran rasional.

Penelitian dengan metode apapun perlu memperhatikan teori-teori yang berhubungan dengan Bab I, II, III, IV dan V (atau bisa dikembangkan lebih dari lima Bab). Hal yang ingin saya sampaikan disini yakni beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok dalam bab I dan II serta Bab III.

Baiklah kita mulai dengan Bab I.

Dalam Bab I penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis, Disertasi) pokok pertama yang mesti disampaiakan yakni: Latar Belakang Masalah. Dalam mengemukakan/menarasikan latar belakang masalah perlu didasarkan atas teori-teori tentang “masalah penelitian”. Sering terjadi yakni ketika mahasiswa menarasikan masalah penelitian tidak didasarkan pada teori tentang “masalah penelitian”. Mahasiswa hanya asal-asalan membuat latar belakang masalah. Akhirnya mahasiswa tidak punya arah yang baik dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tentu ditopang oleh kajian teori (kebenaran rasional) yang relevan dengan variabel (konsep yang dapat diukur) yang diteliti dan analisis data serta kesimpulan yang diambil. Oleh karena itu perlu memperhatikan teori tentang “masalah penelitian”.

Beberapa teori tentang “masalah penelitian”.

Teori 1

Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Perbedaan antara yang tertulis dengan yang dipraktikkan/perbedaan antara teori dan praktik.

Contoh 1:

Kucing pada umumnya tidak bertanduk namun ditempat tertentu didapati kucing bertanduk. Ini masalah karena yang diketahui umum yakni kucing tidak bertanduk, maka pokok ini dirumuskan menjadi suatu variabel untuk diteliti. Dengan mengemukakan masalah dengan mendeskripsikan di Latar Belakang Masalah tentang kucing. Mulailah mendeskripsikan tentang kucing sebagaimana yang dikenal umum (diinformasikan dalam buku) kemudian akhiri dengan kucing yang bertanduk.

Contoh 2:

Secara psikologi ditemukan bahwa tingkat perhatian orang terhadap pembicaraan/ceramah/khotbah dll hanya berlangsung 45 menit. Oleh karena itu khotbah jangan terlampau lama karena bila terlampau lama maka konsentrasi pendengar khotbah akan berubah. Dengan demikian kotbah selanjutnya tidak diperhatikan secara baik. Akan tetapi di suatu tempat/gereja, jemaat mampu mendengar khotbah secara baik dalam durasi waktu 1,5 Jam. Ini menjadi masalah yang baik untuk diteliti. Dalam teknis pemaparan di Latar Belakang Masalah dikemukakan tentang lamanya waktu tentang tingkat perhatian orang terhadap ceramah/khotbah kemudian akhiri dengan fakta bahwa di tempat tertentu jemaat mampu mendengar khotbah dalam waktu 1,5 jam. Namun perlu didukung dengan bukti, yakni apakah ini pengalaman langsung atau kesaksian orang lain.

Teori 2

Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan R&D” mengemukakan bahwa masalah penelitian adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi ( Sugiyono, 2008:52)

Berdasarkan definisi tentang masalah tersebut di atas, masalah penelitian yang harus dikemukakan dalam Latar Belakang Masalah yaitu:

Penyimpangan antara yang seharusnya (saya sengaja bold dan italic untuk menegaskan inti masalah penelitian) dengan apa yang benar-benar terjadi.

Misalnya:

Yang seharusnya

Apa yang benar-benar terjadi

Penyimpangan/masalah

Deskripsi Masalah

Jemaat rajin beribadah

Jemaat malas beribadah

Jadi, penyimpangannya yakni: jemaat malas beribadah

Contoh deskripsi Masalah:

Jemaat Kristen adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu maka jemaat rajin beribadah ke Gereja dan ibadah-ibadah rumah tangga. Kerajinan jemaat dalam beribadah bukan untuk mendapat keselamatan tetapi membuktikan bahwa jemaat adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Namun masalah yang terjadi yakni anggota jemaat malas beribadah pada hari Minggu dan ibadah-ibadah keluarga.

Teori 3:

Locke, Spirduso, dan Silverman dalam Andreas B. Subagyo dengan judul buku “Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan menyatakan: maslah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. SItuasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga dirasakan sebagai masalah. Pengalaman itu bukan hanya pengalaman dalam praktik, tetapi juga dalam mengamati dua teori (pandangan/pendapat/penfsiran teks kita suci, dll) yang bertentangan. (Andreas B. Subagyo, 2004:180)

Contoh

Dalam buku-buku Teologi Calvinis diperoleh informasi akan pernyataan: Sekali selamat tetap selamat, sementara dalam buku-buku Teologi Armenian diperoleh pernyataan teologis: Keselamatan bisa hilang. Jadi tidak ada kepastian keselamatan. Dalam contoh ini ada dua pandangan teologi yang berbeda: Teologi Calvinis memastikan bahwa keselamatan itu pasti atau “Kepastian Keselamatan” sedangkan Teologi Armenian menyatakan: Keselamatan bisa hilang.

Berdasarkan masalah ini, kita dapat rumuskan variabel penelitian (konsep yang dapat diukur), yakni: “Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”. Bila mau dijadikan dua variabel maka judul (variabel) ini dapat dirumuskan: Pengaruh Khotbah Eksegesis Terhadap Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau

Pengaruh Khotbah Pendeta Terhadap “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”

Untuk judul tentang Tingkat pemahaman warga jemaat tentang kepastian keselamatan dapat memakai skala pengkuran sikap dengan opsi berikut ini.

Sangat mengerti (5)

Mengerti (4)

Cukup Mengerti (3)

Kurang Mengerti (2)

Tidak mengerti (1)

Atau

Untuk Variabel tentang Tingkat keyakinan terhadap kepastian keselamatan dapat memakai skala sikap dengan opsi sebagai berikut:

Sangat yakin (5)

Yakin (4)
Cukup yakin (3)
Kurang yakin 2)

Tidak Yakin (1)

Masih banyak teori tentang “masalah penelitian”, namun tiga teori di atas kiranya menjadi bahan refrensi yang menolong peserta penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) dalam mewujudkan masalah penelitian di

Bab I untuk poin: Latar Belakang Masalah

Demikian informasi ini semoga menjadi berguna.