Kini hadir layanan yang memudahkan urusan tiket dan hotel di Indonesia dan dunia

Adzmarket

Atasi Masalah Anda Bersama Kami

Atasi Masalah Anda Bersama Kami
Silakan konsultasikan kesulitan Anda di: 081388662585

Monday, March 25, 2013

Pengertian Variabel


Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi. Misalnya Jenis kelamin. Jenis kelamin disebut variabel karena jenis kelamin mempunyai variasi laki-laki dan perempuan
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. Nilai variabel dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala, yaitu:

1.    Skala nominal
2.    Skala Ordinal
3.    Skala Internal
4.    Skala Rasio

Variabel adalah pengenal yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai sementara pada memori. Variabel adalah sesuatu yang menjadi pusat atau fokus perhatian yang memberikan pengaruh dan memiliki nilai sehingga berubah. Variabel dapat disebut perubah. Variabel merupakan objek penelitian yang dapat menentukan hasil penelitian.

Variabel adalah karakter yang akan diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu atribut dari sekelompok dengan ciri adanya variasi antara suatu objek dengan objek yang lain dalam kelompok tertentu.
Variabel adalah semua karakteristik umum yang dapat diukur dan dapat berubah dalam keluasan, intensitas, atau keduanya.
Variabel merupakan objek penting dalam penelitian karena tanpa kehadiran variabel maka penelitian tidak dapat dilaksanakan.

Variabel merupakan sarana untuk memperoleh pemahaman terhadap masalah yang sedang diteliti. Melalui variabel-variabel tertentu, peneliti menguji benar atau tidaknya asumsi dan rumumusan masalah yang telah dibuat terdahulu.
Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Variabel adalah gejala sesuatu yang bervariasi. Variabel adalah sifat-sifat konstruk yang sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. Misalnya seorang yang meneliti atau peneliti yang sedang mengukur sikap orang Kristen terhadap modernisasi ajaran Kristen, maka sikap tersebut dikelompokkan menjadi:
a.    Tidak setuju
b.    Ragu-ragu
c.    Setuju
Bila ingin dianalisis secara statistik maka nilai a,b, dan c dirubah dalam bentuk angka yaitu a dirubah menjadi 1, b menjadi 2, c menjadi 3. Sementara nilai konstruk Jenis kelamin dikelompokkan menjadi: a. Laki-laki, dan b. Perempuan atau dirubah menjadi 1 dan 2. Laki-laki diberi angka 1, perempuan diberi angka 2. Sedangkan konstruk untuk Agama dikelompokkan menjadi:
a.    Agama Islam
b.    Agama Kristen
c.    Agama Hindu dan Budha
d.    Kong Hu Cu

Dalam Penelitian, variabel penelitian dibedakan menjadi beberapa variabel, yaitu:

1.    Variabel bebas atau variabel penyebab atau variabel yang mempengaruhi (independent variabels)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas yang disebut variabel yang mempengaruhi yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati dalam sebuah penelitian
2.    Variabel terikat atau variabel tergantung atau variabel terikat disebut variabel yang terpengaruh (dependent variabels)
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh Variabel terikat dan bebas (point 1-2)

Bila kita ingin meneliti hubungan antara dua variabel (variabel terikat dan bebas). Misalnya kita menentukan variabel “Waktu belajar dan prestasi belajar. Pertanyaan atau masalah yang kita ajukan yakni: “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?” Maka banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh anak atau peserta didik (bila yang diteliti adalah anak yang sekolah) diidentifikasikan sebagai variabel bebas (variabel yang mempengaruhi), sedangkan “prestasi belajar” diidentifikasi sebagai variabel terikat. Variabel “waktu belajar” dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya yaitu variabel “prestasi belajar”.
Dalam contoh ini, kita (peneliti) yang menentukan variabel terikat dan variabel bebas. Dengan kata lain kita dapat memilih konsep apapun untuk dijadikan sebagai variabel terikat, dan kita dapat memilih berbagai konsep untuk dijadikan sebagai variabel bebas. Variabel bebas disini adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Konsep yang saya maksudkan disini adalah konsep yang dapat diukur atau dalam penelitian disebut dengan variabel. Variabel sendiri pengertiannya adalah konsep tetapi dalam penelitian variabel memiliki pengertian konsep yang dapat diukur.
3.    Variabel Moderator
Variabel moderator adalah konsep yang memiliki faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
4.    Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah variabel yang dinetralisasi yang diidentivikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetraliasi oleh peneliti.
5.    Variabel Intervening
Variabel Intervening adalah variabel yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan variabel terikat dan bebas


Contoh:

Variabel Penelitian: Pengaruh uang saku terhadap semangat berdoa mahasiswa STT.

Uang saku                 = variabel bebas
Semangat berdoa       = variabel terikat
Variabel Moderator     = Tingkat kerohanian
Variabel Kontrol          = Ketaatan beragama
Variabel Intervening    = semester


Thursday, March 14, 2013

Variabel-variabel Penelitian PAK

Berikut ini beberapa variabel (judul) penelitian Pendidikan Agama Kristen. Bila ada yang memerlukan paparan latar belakang masalah (Bab I) dan kajian teori atau kajian teologis-teoritis (Bab II)  maka dapat memilih dan memesannya dengan menyediakan ongkos mengetik (biaya ketik) yang relatif terjangkau. Namun harus diingat bahwa ini hanya contoh. Bagi yang berminat silakan menghubungi via telp atau SMS.(081388662585) atau via email: triofilsafat@gmail.com. Selain itu jika ada yang ingin mendapatkan arahan/pencerahan membuat tesis maka kami siap memandu Anda. Variabel atau judul skrispsi maupun tesis yang akan diteliti sebaiknya disesuaikan dengan kerinduan mendalami bidang-bidang Pendidikan Kristen yang berguna dalam tugas melaksanakan "tugas didaktik/pengajaran Yesus Kristus di Indonesia". Bila Ada yang membutuhkan bantuan silakan hubungi kami di: 081388662585.

Berikut variabel-variabel penelitian dalam Pendidikan Agama Kristen:

Variabel-variabel Penelitian Skripsi/Tesis PAK:

Judul-judul berikut ini terdiri dari variabel bebas dan terikat (2 variabel)
1. Hubungan Pendidikan Agama Kristen dengan Pekabaran Injil
2. Pengaruh Keteladanan Orangtua Terhadap Perilaku Anak
3. Daya Tahan Guru PAK Terhadap Pengaruh Kebenaran yang relatif dalam Pluralisme Agama
4. Pencobaan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Melaksanakan Didaktik Yesus Kristus
5. Karakter Guru Pendidikan Agama Kristen yang berintegritas
6. Pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen Inklusif Terhadap Perilaku Peserta didik dalam Masyarakat  
     Majemuk
7. Pengaruh Percaya Diri Terhadap Keberhasilan Mengajar Guru PAK
8. Tanggungjawab orangtua mendisiplin anak Terhadap Peningkatan minat belajar anak
9. Implementasi Kecerdasan Majemuk dalam proses PAK
10. Pengaruh Penggunaan Metode Creatif Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
11. Pengaruh Pengembangan Kinerja Guru Terhadap Efektivitas Proses Pembelajaran PAK
12. Pengaruh Tingkat Pemahaman Guru PAK Tentang Tempramen Peserta didik Terhadap Perubahan ranah
      pembelajaran peserta didik



Adzmrkt

Teori Masalah Penelitian

Teori Penyusunan Penelitian Mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi)

Penelitian ilmiah pada taraf skripsi, tesis dan disertasi selalu dimulai dengan masalah. Bila tidak ada masalah maka tidak perlu ada penelitian. Jadi masalah mendorong seorang mahasiswa untuk melaksanakan penelitian. Dalam hal ini, seorang mahasiswa di perguruan tinggi pada akhir studinya disyaratkan untuk meneliti. Penelitian tersebut mulai dari penelitian untuk sarja yang disebut dengan Skripsi, Magister untuk tesis, Doktoral untuk disertasi. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat memakai penelitian kuantitatif maupun kualitatif dengan mengadakan penelitian lapangan dengan kombinasi kebenaran rasional dan empiris, maupun penelitian yang hanya bersifat penemuan kebenaran rasional.

Penelitian dengan metode apapun perlu memperhatikan teori-teori yang berhubungan dengan Bab I, II, III, IV dan V (atau bisa dikembangkan lebih dari lima Bab). Hal yang ingin saya sampaikan disini yakni beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok dalam bab I dan II serta Bab III.

Baiklah kita mulai dengan Bab I.

Dalam Bab I penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis, Disertasi) pokok pertama yang mesti disampaiakan yakni: Latar Belakang Masalah. Dalam mengemukakan/menarasikan latar belakang masalah perlu didasarkan atas teori-teori tentang “masalah penelitian”. Sering terjadi yakni ketika mahasiswa menarasikan masalah penelitian tidak didasarkan pada teori tentang “masalah penelitian”. Mahasiswa hanya asal-asalan membuat latar belakang masalah. Akhirnya mahasiswa tidak punya arah yang baik dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tentu ditopang oleh kajian teori (kebenaran rasional) yang relevan dengan variabel (konsep yang dapat diukur) yang diteliti dan analisis data serta kesimpulan yang diambil. Oleh karena itu perlu memperhatikan teori tentang “masalah penelitian”.

Beberapa teori tentang “masalah penelitian”.

Teori 1

Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Perbedaan antara yang tertulis dengan yang dipraktikkan/perbedaan antara teori dan praktik.

Contoh 1:

Kucing pada umumnya tidak bertanduk namun ditempat tertentu didapati kucing bertanduk. Ini masalah karena yang diketahui umum yakni kucing tidak bertanduk, maka pokok ini dirumuskan menjadi suatu variabel untuk diteliti. Dengan mengemukakan masalah dengan mendeskripsikan di Latar Belakang Masalah tentang kucing. Mulailah mendeskripsikan tentang kucing sebagaimana yang dikenal umum (diinformasikan dalam buku) kemudian akhiri dengan kucing yang bertanduk.

Contoh 2:

Secara psikologi ditemukan bahwa tingkat perhatian orang terhadap pembicaraan/ceramah/khotbah dll hanya berlangsung 45 menit. Oleh karena itu khotbah jangan terlampau lama karena bila terlampau lama maka konsentrasi pendengar khotbah akan berubah. Dengan demikian kotbah selanjutnya tidak diperhatikan secara baik. Akan tetapi di suatu tempat/gereja, jemaat mampu mendengar khotbah secara baik dalam durasi waktu 1,5 Jam. Ini menjadi masalah yang baik untuk diteliti. Dalam teknis pemaparan di Latar Belakang Masalah dikemukakan tentang lamanya waktu tentang tingkat perhatian orang terhadap ceramah/khotbah kemudian akhiri dengan fakta bahwa di tempat tertentu jemaat mampu mendengar khotbah dalam waktu 1,5 jam. Namun perlu didukung dengan bukti, yakni apakah ini pengalaman langsung atau kesaksian orang lain.

Teori 2

Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan R&D” mengemukakan bahwa masalah penelitian adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi ( Sugiyono, 2008:52)

Berdasarkan definisi tentang masalah tersebut di atas, masalah penelitian yang harus dikemukakan dalam Latar Belakang Masalah yaitu:

Penyimpangan antara yang seharusnya (saya sengaja bold dan italic untuk menegaskan inti masalah penelitian) dengan apa yang benar-benar terjadi.

Misalnya:

Yang seharusnya

Apa yang benar-benar terjadi

Penyimpangan/masalah

Deskripsi Masalah

Jemaat rajin beribadah

Jemaat malas beribadah

Jadi, penyimpangannya yakni: jemaat malas beribadah

Contoh deskripsi Masalah:

Jemaat Kristen adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu maka jemaat rajin beribadah ke Gereja dan ibadah-ibadah rumah tangga. Kerajinan jemaat dalam beribadah bukan untuk mendapat keselamatan tetapi membuktikan bahwa jemaat adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Namun masalah yang terjadi yakni anggota jemaat malas beribadah pada hari Minggu dan ibadah-ibadah keluarga.

Teori 3:

Locke, Spirduso, dan Silverman dalam Andreas B. Subagyo dengan judul buku “Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan menyatakan: maslah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. SItuasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga dirasakan sebagai masalah. Pengalaman itu bukan hanya pengalaman dalam praktik, tetapi juga dalam mengamati dua teori (pandangan/pendapat/penfsiran teks kita suci, dll) yang bertentangan. (Andreas B. Subagyo, 2004:180)

Contoh

Dalam buku-buku Teologi Calvinis diperoleh informasi akan pernyataan: Sekali selamat tetap selamat, sementara dalam buku-buku Teologi Armenian diperoleh pernyataan teologis: Keselamatan bisa hilang. Jadi tidak ada kepastian keselamatan. Dalam contoh ini ada dua pandangan teologi yang berbeda: Teologi Calvinis memastikan bahwa keselamatan itu pasti atau “Kepastian Keselamatan” sedangkan Teologi Armenian menyatakan: Keselamatan bisa hilang.

Berdasarkan masalah ini, kita dapat rumuskan variabel penelitian (konsep yang dapat diukur), yakni: “Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”. Bila mau dijadikan dua variabel maka judul (variabel) ini dapat dirumuskan: Pengaruh Khotbah Eksegesis Terhadap Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau

Pengaruh Khotbah Pendeta Terhadap “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”

Untuk judul tentang Tingkat pemahaman warga jemaat tentang kepastian keselamatan dapat memakai skala pengkuran sikap dengan opsi berikut ini.

Sangat mengerti (5)

Mengerti (4)

Cukup Mengerti (3)

Kurang Mengerti (2)

Tidak mengerti (1)

Atau

Untuk Variabel tentang Tingkat keyakinan terhadap kepastian keselamatan dapat memakai skala sikap dengan opsi sebagai berikut:

Sangat yakin (5)

Yakin (4)
Cukup yakin (3)
Kurang yakin 2)

Tidak Yakin (1)

Masih banyak teori tentang “masalah penelitian”, namun tiga teori di atas kiranya menjadi bahan refrensi yang menolong peserta penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) dalam mewujudkan masalah penelitian di

Bab I untuk poin: Latar Belakang Masalah

Demikian informasi ini semoga menjadi berguna.