Ucapan Selamat Imlek 2567

Ucapan Selamat Imlek 2567
Dalam masyarakat yang multikultural ini saya menyampaiakn ucapan selamat kepada saudara-saudaraku yang merayakan Tahun Baru Imlek 2567

Atasi Masalah Anda Bersama Kami

Atasi Masalah Anda Bersama Kami
Silakan konsultasikan kesulitan Anda di: 081388662585

Saturday, February 6, 2016

Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang multikultural, dalam konteks kehidupan multikultural ini, ada saya dan ada orang lain. Saya tidak sendiri tetapi ada orang lain. Untuk itulah kepada yang merayakan Tahun baru Imlek tentu saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2567

Wednesday, February 3, 2016

Skripsi dan Tesis Serta Disertasi

Skripsi Pendidikan Agama Kristen dengan gelar S.Pd.K, Contoh skripsi S.Pd.K., Skripsi S.Pd.K. Tesis Pendidikan Agama Kristen dengan gelar M.Pd.K. Disertasi Pendidikan Agama Kristen. D.Th. Doktor Teologi atau D.Th. Magister Teologi, Magister Misiologi, Magister Kepemimpinan Kristen. Semua orang memiliki harapan untuk berhasil dalam perjuangan. Berikut beberapa catatan tentang harapan. Harapan merupakan sikap optimis yang realistis dan bukan mimpi. Ketika pendidikan dibangun dan memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional serta pengembangan sumber daya manusia yang potensial, maka upaya yang dilakukan sebagai proses perubahan proses interaksi individu dengan kelompok dan lingkungannya. Dalam hal ini pendidikan yang diselenggarakan secara mendasar tidak sekedar mentransfer dan menanamkan ilmu pengetahuan kepada anak didik, tetapi lebih dari itu, adalah memberi perubahan dalam perilaku, sikap dan karakter serta kepribadian yang mandiri dan produktif. Harapan demikian membuat isi dan proses pendidikan semakin berkualitas serta mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat hanya dapat diberhasilkan atau didukung oleh sumber daya manusia yang berkompetensi secara efektif dan efisien.

Monday, February 1, 2016

Hubungi Kami

 Bagi Anda yang memerluan bantuan konsultasi skripsi dan tesis dapat menghubungi kami: di Hp 081388662585 dan atau melalui email: triofilsafat@gmail.com
Anda dapat memilih model penelitian. Apakah Teoritik, Kuantitatif maupun kualitatif.

Friday, January 29, 2016

Konsultasi Skripsi S.Pd.K, dan Tesis M.Pd.K

Postingan Guru PAK: CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI. Skripsi S.Pd.K. atau contoh Skripsi S.Pd.K., dan atau Tesis M.Pd.K., Contoh tesis M.Pd.K. dapat membaca postingan-postingan di blog. Menjadi sedemikian Pentingnya motivasi, pengaruh, hasil belajar Pendidikan Agama Kristen Guru PAK Salatiga: CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI ... Mereka yang tertantantang untuk meneliti motivasi mengajar dan belajar maka dapat meneliti variabel pengaruhnya terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas Sekolah Dasar Negeri Kota Maru. Kumpulan Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama ... Contohskripsi, kumpulan-kumpulan-judul-skripsi-pendidikan Kristen Silakan download file Kumpulan Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Kristen Protestan di Contoh Skripsi. Silakan download Kumpulan Kumpulan Judul ... Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Kristen - Contoh ... Contohskripsi dan kumpulan-judul-skripsi-pendidikan-agama-kristen.. Silakan download file Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Kristen di Contoh Skripsi. Silakan download Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama ... Peranan Guru Agama Dalam Meningkatkan Mutu ... Pendidikan agama dalam sekolah sangat penting untuk pembinaan dan ... pula istilah yang terdapat dalam skripsi ini yang berjudul “Peranan Guru Agama Kristen. Aku dan skripsitesisdisertasi.com Pengaruh Pendidikan Agama Kristen terhadap Pertumbuhan Iman Anak di Kualia . Peranan guru menjadi contoh dan teladan dalam menerapkan iman.

Tuesday, January 26, 2016

Mendaftar jadi Publisher atau penerbit iklan di KlikSaya.Com

Jika blog Anda punya pengunjung yang besar silakan mendaftar untuk mendaptakan penghasilan tambahan dengan cara memasang iklan di blog yang Anda miliki. KlikSaya.Com mengundang Anda untuk menjadi penerbit iklan. Silakan kunjungjungi di kliksaya.com selain itu ada program baru yakni BlogSaya.Com. Dalam blog ini, para blogger, khususnya blogger pemula akan sangat mudah membuat blog dan langsung muncul iklan dalam blog dari BlogSaya.Com. Jika ANda ingin mendapat peluang penghasilan silakan daftar dengan KLIK DISINI

Arti Filsafat

Apakah filsafat dan Filsafat Keindahan itu? Saya mulai dengan sebuah dialog untuk menolong kita memahami apa itu filsafat. Dalam buku Robert R. Boehlke berjudul “Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. Loyola (2013:2-3) mengutip Muchtar Jahya tentang contoh gaya mengajar Sokrates yang dibuat oleh Guru besar John Adams dari Universitas Oxford dengan isi tanya jawab sebagai berikut. Sokrates: “Apakah yang dimaksud dengan serangga (insect) itu? Murid: “Serangga ialah binatang kecil bersayap.” (Murid yakin bahwa jawabannya itu benar) Sokrates: Kalau begitu, tentu ayampun boleh kita namai serangga.” Murid: Ayam bukan demikian kecilnya hingga dapat dinamai serangga. Ayam itu amat besar kalau dibandingkan dengan serangga.” Sokrates: “Jadinya: Serangga ialah binatang yang amat kecil, mempunyai sayap.” Murid: “Betul!” Sokrates: “Kalau demikian, burung pipit dapat dinamai serangga, sebab dia demikian kecilnya”. Murid: “Tidak! Burung sekali-kali tidak dapat dinamai serangga, sebab dia demikian kecilnya.” Sokrates: Jadinya: Serangga ialah binatang yang amat kecil, dia bersayap, tetapi bukan dari jenis burung.” Murid: “Benar” Sokrates: “Kemarin saya memasuki salah satu took, di dalamnya saya melihat kaleng-kaleng kecil. Pada masing-masing kaleng itu tertulis: Tepung keating yang paling manjur untuk memberantas serangga.” Pada masing-masing kaleng itu tergambar beberapa macam binatang kecil bukan dari jenis burung, tetapi tidak ada mempunyai sayap, umpama pijat-pijat, kutu kucing dll. Rupa-rupanya mereka salah menamakan binatang-binatang tersebut serangga, sebab masing-masing tidak bersayap. Adakah masuk akal serangga tidak bersayap, menurut yang telah kita tetapkan itu?” Murid: “Binatang-binatang tersebut memang serangga, semua orang tahu itu.” Sokrates: “Aneh, aneh. Apa pulakah arti serangga sekarang, menurut pikiranmu. Apakah sekaran kau berpendapat bahwa “Serangga ialah binatang yang amat kecil, mempunyai sayap, bukan dari jenis burung, dan kadang-kadang tidak bersayap.’ Sesungguhnya perkataan ini amat berlawan-lawanan.” Murid: “Celaka! Pertanyaan-pertanyaan orang ini membosankan. Coba tuan sendiri yang menerangkan kepada kami, apa arti serangga itu, supaya kami puas dan tuanpun puas.” Sokrates: “Bukankah dari tadi saya bilang padamu bahwa saya sendiri pun tidak mengetahui. Sekarang mari kita periksa bersama-sama, moga-moga kita sampai pada hakikat sebenarnya. Jalan yang paling baik ialah kita ambil 3 atau 4 ekor serangga dari jenis yang bermacam-macam, kemudian kita bandingkan satu dengan yang lain, untuk mengetahui sifat-sifat yang sama. Apakah serangga yang akan kita ambil?” Murid: “Mari kita ambil kupu-kupu, semut, kerangga dan kumbang Sokrates: “Bagus” Berdasarkan jenis-jenis serangkan itu mereka merumuskan berdasarkan fakta tentang “apa itu serangga?” Serangga ialah binatang beruas, kulitnya kesat, lagi keras, kakinya enam, mempunyai sayap, atau bekas sayap.” Berdasarkan percakapan dialogis di atas, kita belajar apa artinya berpikir radikal/mendalam terhadap salah satu realitas (Salah satnya: Serangga). Mudah-mudahan dialog diatas menolong kita memahami apa itu filsafat dalam arti berpikir mendalam/radikal terhadap realitas dan merumuskan realitas tersebut yang kemudian menghasilkan kebenaran. Belajar filsafat memang menyenangkan tetapi juga membingungkan. Hal yang terakhir ini disebabkan karena terdapat ragam pengertian tentang filsafat. Saya tidak menjanjikan dan menjamin bahwa materi ini memberi sumber pemahaman yang tuntas tentang apa itu filsafat. Hal itu sulit diwujudkan. Namun perlu disadari bahwa keragaman pengertian filsafat bukanlah sesuatu yang menyesatkan, hal itu wajar saja karena setiap orang memberi arti sesuai dengan pemahamannya. Selanjutnya sesuai dengan topik yakni "pengertian filsafat" maka dalam postingan ini saya menjelaskan tentang pengertian filsafat. Pengertian yang saya paparkan ini telah mendorong/mensemangati saya dalam mengajar Filsafat Ilmu dalam bidang Pendidikan Kristen maupun Teologi Penggembalaan. Menurut Jan Hendrik Rapar, filsafat adalah mater scientiarum atau induk ilmu pengetahuan karena memang filsafatlah yang telah melahirkan segala ilmu. Menurut para rohaniawan dan teolog menyatakan filsafat sebagai “ancilla theologiae”, yaitu budak atau pelayan teologi. Sebagai pelayan teologi, filsafat memiliki tugas memformulasikan argumentasi-argumentasi yang kuat untuk membela isi iman Kristen. Ada pula rohaniawan dan teolog yang menuding filsafat sebagai alat iblis terkutuk. Karena itu harus ditolak oleh semua orang beriman. Tudingan ini tidak sepenuhnya benar, Tuhan tidak menciptakan manusia sebagai robot, manusia memiliki pikiran. Dengan pikiran itu manusia berfilsafat (berpikir). Namun tidak kegiatan berpikir dikategorikan filsafat. Berpikir yang dikategorikan filsafat adalah berpikir yang berlangsung dalam syarat-syarat tertentu (Rapar, 2000:12-13). Memang harus diakui bahwa berpikir yang berciri filsafat dapat membawa seseorang pada dua pilihan, yaitu kesetiaan kepada iman atau penyimpangan iman (alias tidak mengakui adanya Tuhan). Oleh karena itu berfilsafat harus berlangsung dalam kawalan iman dan perlindungan kasih. Untuk memahami filsafat, maka saya merumuskan pengertian filsafat dalam dua pendekatan. Pertama, secara etimologi dan kedua secara konseptual (definisi para ahli filsafat). Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani, dari kata “philosophia”. Kata “philosophia” merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata: “philos” dan “Sophia”. Kata “philos” berarti kekasih, atau bisa juga sahabat. Sedangkan “Sophia” berarti kebijaksanaan atau kearifan atau juga pengetahuan. Jadi, arti harafiah “philosophia” berarti yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. Definisi para ahli: Plato dalam Jan Hendrik Rapar menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada atau filsafat adalah usaha mencari kejelasan dan kecermatan secara gigih yang dilakukan secara terus menerus (Louis O. Kattsoff, 1996:2) Aristoteles (Murid Plato) mengemukakan beberapa pengertian filsafat. Pertama, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada. Kedua, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mempelajari “peri ada selaku peri ada” (being as being) atau peri ada sebagaimana adanya (being as such). Rene Descartes (Filsuf Prancis) Argumen yang terkenal dari Descartes yakni: “Aku berpikir maka aku ada” (cogito ergo sum). Jadi, filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah mengenai Tuhan, alam dan manusia. William James (Filsuf Amerika), Filsafat adalah suatu upaya yang luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang. R.F. Beerling (mantan guru besar filsafat UI) menyatakan filsafat adalah suatu usaha untuk mencari radix atau akar pengetahuan tentang diri sendiri. Louis Kattsoff, filsafat membawa kita kepada pemahaman, dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih layak. Kegiatan kefilsafatan ialah pemikiran secara sistematis. Filsafat senantiasa bersifat menyeluruh/komprehensif (Louis O. Kattsoff, 1996:3-4, 6, 12) Berpikir radikal (berpikir mendalam) tidak berarti mengubah, membuang, atau menjungkirbalikan segala sesuatu, melainkan dalam arti sebenarnya, yaitu berpikir secara mendalam untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berpikir radikal sebenarnya hendak memperjelas realitas, lewat penerimaan serta pemahaman akan akar realitas itu sendiri (Rapar, 2000:21) Yonas Muanley, filsafat adalah berpikir radikal atau berpikir mendalam terhadap realitas (realitas/ada secara menyeluruh maupun salah satu realitas). Salah satu realitas itu yakni “apologetika” (pembelaan) yang dilakukan orang Kristen. Selanjutnya lihat: http://bahanajaronline.blogspot.co.id (Blog Filsafat oleh: Yonas Muanley)

Masalah penelitian mahasiswa Pendidikan Agama Kristen dan Teologi

Masalah penelitian mahasiswa (Skripsi, tesis, disertasi) adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Orang mengharapkan agar ketika mahasiswa memakai gadget seperti: Laptop, Tablet, Smartphone membuat nilai semakin meningkat tetapi kenyataan tidak demikian. Ikuti paparan masalah singkat berikut ini Masalah Penelitian Mahasiswa Penggunaan Gagget di Ruang Kuliah Para mahasiswa yang sedang mencari-cari masalah penelitian untuk skripsi, tesis dan disertasi dapat meneliti masalah berikut ini. Di Indonesia, memakai gadget seperti menggunakan tablet, laptop, smartphone di ruang kuliah bukanlah hal baru. Bukan hanya para mahasiswa, dosen pun seing menggunakan salah satu gadget seperti laptop dalam memberi kuliah. Perkuliahan dengan menggunakan salah satu gadget bertujuan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif (tercapai tujuan pembelajaran). Akan tetapi benarkah para mahasiswa menggunakan gadget (tablet, laptop, smartphone) di ruang kuliah menolong mereka dalam mencapai keberhasilan dalam belajar? Apakah mahasiswa yang menggunakan gadget di ruang kuliah memperhatikan penjelasan dosen secara baik sehingga berhasil mencapai nilai yang baik dalam belajar, atau sebaliknya nilai mahasiswa mengalami penurunan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memakai gadget (menggunakan tablet, laptop atau smartphone ) di ruang kuliah dapat mengganggu proses belajar di kelas. Beberapa mahasiswa yang diteliti menyatakan nilai mereka mengalami penurunan akibat tindakan penggunaan gadget di ruang kuliah. Hasil penelitian terhadap mahasiswa yang di adakan di Amerika menunjukkan bahwa 35 persen dari mahasiswa yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka menggunakan gadget untuk keperluan di luar kelas, satu sampai tiga kali sehari, sementara 27 persen siswa melakukannya empat sampai 10 kali per hari dan 16 persen lainnya melakukan hal itu sebanyak 11-30 kali per hari. Sisanya, 15 persen, mengaku melakukannya lebih dari 30 kali per hari. Hanya 8 persen yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan gadget untuk tujuan di luar kelas saat berada di dalam kelas. Masalah penelitian tentang penggunaan gadget dapat Anda baca dalam: http://tekno.tempo.co/read/news/2013/11/05/072527132/penelitian-mahasiswa-pakai-gadget-di-ruang-kuliah (Diakses tanggal, 26/1 2016) Variabel yang bisa dirumuskan dari masalah diatas yakni: PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP NILAI MAHASISWA STT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI STT ..... Semoga menjadi berguna dan selamat meneliti dalam tingkat skripsi, tesis, disertasi teologi maupun pendidikan agama Kristen

Teori Masalah Penelitian

Teori Penyusunan Penelitian Mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi)

Penelitian ilmiah pada taraf skripsi, tesis dan disertasi selalu dimulai dengan masalah. Bila tidak ada masalah maka tidak perlu ada penelitian. Jadi masalah mendorong seorang mahasiswa untuk melaksanakan penelitian. Dalam hal ini, seorang mahasiswa di perguruan tinggi pada akhir studinya disyaratkan untuk meneliti. Penelitian tersebut mulai dari penelitian untuk sarja yang disebut dengan Skripsi, Magister untuk tesis, Doktoral untuk disertasi. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat memakai penelitian kuantitatif maupun kualitatif dengan mengadakan penelitian lapangan dengan kombinasi kebenaran rasional dan empiris, maupun penelitian yang hanya bersifat penemuan kebenaran rasional.

Penelitian dengan metode apapun perlu memperhatikan teori-teori yang berhubungan dengan Bab I, II, III, IV dan V (atau bisa dikembangkan lebih dari lima Bab). Hal yang ingin saya sampaikan disini yakni beberapa teori yang berhubungan dengan pokok-pokok dalam bab I dan II serta Bab III.

Baiklah kita mulai dengan Bab I.

Dalam Bab I penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis, Disertasi) pokok pertama yang mesti disampaiakan yakni: Latar Belakang Masalah. Dalam mengemukakan/menarasikan latar belakang masalah perlu didasarkan atas teori-teori tentang “masalah penelitian”. Sering terjadi yakni ketika mahasiswa menarasikan masalah penelitian tidak didasarkan pada teori tentang “masalah penelitian”. Mahasiswa hanya asal-asalan membuat latar belakang masalah. Akhirnya mahasiswa tidak punya arah yang baik dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tentu ditopang oleh kajian teori (kebenaran rasional) yang relevan dengan variabel (konsep yang dapat diukur) yang diteliti dan analisis data serta kesimpulan yang diambil. Oleh karena itu perlu memperhatikan teori tentang “masalah penelitian”.

Beberapa teori tentang “masalah penelitian”.

Teori 1

Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Perbedaan antara yang tertulis dengan yang dipraktikkan/perbedaan antara teori dan praktik.

Contoh 1:

Kucing pada umumnya tidak bertanduk namun ditempat tertentu didapati kucing bertanduk. Ini masalah karena yang diketahui umum yakni kucing tidak bertanduk, maka pokok ini dirumuskan menjadi suatu variabel untuk diteliti. Dengan mengemukakan masalah dengan mendeskripsikan di Latar Belakang Masalah tentang kucing. Mulailah mendeskripsikan tentang kucing sebagaimana yang dikenal umum (diinformasikan dalam buku) kemudian akhiri dengan kucing yang bertanduk.

Contoh 2:

Secara psikologi ditemukan bahwa tingkat perhatian orang terhadap pembicaraan/ceramah/khotbah dll hanya berlangsung 45 menit. Oleh karena itu khotbah jangan terlampau lama karena bila terlampau lama maka konsentrasi pendengar khotbah akan berubah. Dengan demikian kotbah selanjutnya tidak diperhatikan secara baik. Akan tetapi di suatu tempat/gereja, jemaat mampu mendengar khotbah secara baik dalam durasi waktu 1,5 Jam. Ini menjadi masalah yang baik untuk diteliti. Dalam teknis pemaparan di Latar Belakang Masalah dikemukakan tentang lamanya waktu tentang tingkat perhatian orang terhadap ceramah/khotbah kemudian akhiri dengan fakta bahwa di tempat tertentu jemaat mampu mendengar khotbah dalam waktu 1,5 jam. Namun perlu didukung dengan bukti, yakni apakah ini pengalaman langsung atau kesaksian orang lain.

Teori 2

Prof.Dr. Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitif, Kualitatif dan R&D mengemukakan bahwa masalah penelitian adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetisi ( Sugiyono, 2008:52)

Berdasarkan definisi tentang masalah tersebut di atas, masalah penelitian yang harus dikemukakan dalam Latar Belakang Masalah yaitu:

Penyimpangan antara yang seharusnya (saya sengaja bold dan italic untuk menegaskan inti masalah penelitian) dengan apa yang benar-benar terjadi.

Misalnya:

Yang seharusnya

Apa yang benar-benar terjadi

Penyimpangan/masalah

Deskripsi Masalah

Jemaat rajin beribadah

Jemaat malas beribadah

Jadi, penyimpangannya yakni: jemaat malas beribadah

Contoh deskripsi Masalah:

Jemaat Kristen adalah orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu maka jemaat rajin beribadah ke Gereja dan ibadah-ibadah rumah tangga. Kerajinan jemaat dalam beribadah bukan untuk mendapat keselamatan tetapi membuktikan bahwa jemaat adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Namun masalah yang terjadi yakni anggota jemaat malas beribadah pada hari Minggu dan ibadah-ibadah keluarga.

Teori 3:

Locke, Spirduso, dan Silverman dalam Andreas B. Subagyo dengan judul buku “Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Termasuk Riset Teologi dan Keagamaan menyatakan: maslah penelitian adalah pengalaman ketika kita menghadapi situasi yang tidak memuaskan. SItuasi itu harus betul-betul tidak memuaskan sehingga dirasakan sebagai masalah. Pengalaman itu bukan hanya pengalaman dalam praktik, tetapi juga dalam mengamati dua teori (pandangan/pendapat/penfsiran teks kita suci, dll) yang bertentangan. (Andreas B. Subagyo, 2004:180)

Contoh

Dalam buku-buku Teologi Calvinis diperoleh informasi akan pernyataan: Sekali selamat tetap selamat, sementara dalam buku-buku Teologi Armenian diperoleh pernyataan teologis: Keselamatan bisa hilang. Jadi tidak ada kepastian keselamatan. Dalam contoh ini ada dua pandangan teologi yang berbeda: Teologi Calvinis memastikan bahwa keselamatan itu pasti atau “Kepastian Keselamatan” sedangkan Teologi Armenian menyatakan: Keselamatan bisa hilang.

Berdasarkan masalah ini, kita dapat rumuskan variabel penelitian (konsep yang dapat diukur), yakni: “Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”. Bila mau dijadikan dua variabel maka judul (variabel) ini dapat dirumuskan: Pengaruh Khotbah Eksegesis Terhadap Tingkat Keyakinan warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan” atau

Pengaruh Khotbah Pendeta Terhadap “Tingkat Pemahaman warga Jemaat Gereja …. Terhadap Kepastian Keselamatan”

Skala pengukuran sikap yang dipakai:

Untuk judul tentang Tingkat pemahaman warga jemaat tentang kepastian keselamatan dapat memakai skala pengkuran sikap dengan opsi berikut ini.

Sangat mengerti (5)

Mengerti (4)

Cukup Mengerti (3)

Kurang Mengerti (2)

Tidak mengerti (1)

Atau

Untuk Variabel tentang Tingkat keyakinan terhadap kepastian keselamatan dapat memakai skala sikap dengan opsi sebagai berikut:

Sangat yakin (5)

Yakin (4)

Cukup Yakin (3)

Kurang Yakin (2)

Tidak Yakin (1)

Masih banyak teori tentang “masalah penelitian”, namun tiga teori di atas kiranya menjadi bahan refrensi yang menolong peserta penelitian mahasiswa (Skripsi, Tesis dan Disertasi) dalam mewujudkan masalah penelitian di Bab I untuk poin: Latar Belakang Masalah

Demikian informasi ini semoga menjadi berguna.